Jalan STAIS Berlumpur, Ketua STAIS, Tak Nyaman Lakukan Tri Dharma

 

Akses Jalan Masuk STAIS

LPM GAZEBO, Sangatta - Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Sangatta menghadapi tantangan serius akibat kondisi jalan masuk kampus yang terbilang kurang layak, dan genangan air yang mengenangi beberapa area. Kondisi ini telah menyebabkan keluhan mahasiswa terhadap jalan masuk kampus. (23/11/2023) 

Jalan masuk STAIS, yang sebelumnya telah mengalami kerusakan, kini semakin memburuk akibat dilalui kendaraan terus menerus tanpa adanya perbaikan. Beberapa bagian jalan mengalami jalan yang berlobang akibatnya terjadi genangan air dan berlumpur dijalanan STAIS, menyulitkan akses dan keluar kampus bagi mahasiswa, dosen, dan staf.

Ketua STAIS, Dr. Satria, saat ditemui di ruangannya gedung rektorat kampus STAIS mengungkapkan, bahwa ia sudah memberikan usulan seringkali tapi tidak mau melangkahi yayasan, menangkap berbagai tawaran dari timbunan atau proyek-proyek yang akan masuk karena itu bukan ranah lembaga. 

 "Jalan ini merupakan bukan tuntutan baru, sudah sangat lama sekali dari lembaga sendiri sudah ibu serta mengusulkan pengusulannya lewat yayasan tidak bisa kami langsung jalan ke pemerintah," ujarnya. 

Selanjutnya ia menjelaskan bahwa Lembaga telah menyurati pihak yayasan STAIS agar senantiada dapat merespon surat tersebut dengan isi suratnya berinformasikan sebagai pengembangan STAIS kedepannya.

Gerbang Masuk Kampus STAIS

"Kalau kami disarankan oleh yayasan silahkan urus saja Tridharma Perguruan Tinggi kemudian sudah jalan, tetapi justru tetapi kami tidak merasa nyaman melakukan kegiatan di lingkungan seperti ini, sangat-sangat terganggu, mudah-mudahan hari Sabtu yayasan sudah merespon surat untuk bersedia duduk bersama untuk sama-sama kita diskusikan." Tuturnya. 

Pihak lembaga telah mengambil langkah-langkah darurat dalam kondisi jalan yang sudah lama tak diperbaiki. Selain itu, upaya perbaikan irigasi depan kampus yang penuh belukar agar dapat dikait lagi demi mengatasi kebanjiran STAIS seperti tahun-tahun sebelumnya. 

Banyaknya keluhan hal ini dari keluhan dari pengguna kendaraan baik kendaraan roda dua maupun roda empat, keresahan timbul dikarenakan jalan yang tidak rata, genangan air di sepanjang jalan, dan menjadi korbannya Mahasiswa, Dosen, dan Staf sebagai penikmat jalan STAIS. 

Jalan dengan Genangan Air

Dalam konteks genangan air, sejumlah area kampus mengalami genangan yang cukup signifikan, membatasi perjalanan lancar. Mahasiswa dan dosen dilaporkan kesulitan untuk melaksanakan kegiatan sehari-hari.

"Keresahan pribadi sangat terganggu, baru masuk pertama pemandangan sudah seperti sawah dilihat dari kacamata pribadi saya seperti itu menganggu." Ucap Mahfud selaku Dosen STAIS. 

Adanya hal seperti ini dapat menganggu daya tarik masyarakat khususnya Sangatta, untuk ikut belajar di perguruan tinggi STAIS akibat infrastruktur yang kurang perbaikan, akibatnya dapat dilihat dari peningkatan pertumbuhan mahasiswa masuk STAIS setiap tahunnya. 

Posting Komentar

0 Komentar