Relevansi Paradigma Mahasiswa dan Peran Mahasiswa Masa kini

 

Oleh: Mahrus Ali Ridho

(Presiden BEM STAI Sangatta Tahun 2022-2023) 

LPM GAZEBO - Apa pengertian mahasiswa? 
Mahasiswa merupakan Civitas Akademika yang diposisikan sebagai insan dewasa yang memiliki kesadaran sendiri dalam mengembangkan potensi diri di Perguruan Tinggi untuk menjadi seorang intelektual, seorang ilmuwan, ataupun seorang praktisi yang profesional. Mahasiswa yang identik dengan melakukan pembelajaran, pencarian kebenaran ilmiah, atau penguasaan, pengembangan, dan pengamalan suatu cabang Ilmu Pengetahuan. Mahasiswa juga memiliki kebebasan secara akademik dengan mengutamakan penalaran dan akhlak mulia serta bertanggung jawab sesuai dengan budaya akademik. Adapun Mahasiswa juga berhak mendapatkan layanan Pendidikan sesuai dengan bakat, minat, potensi, dan kemampuannya. 

Seorang tokoh ilmuan bernama Thomas Kuhn merupakan orang yang pertama kali memperkenalkan istilah ini melalui bukunya yang berjudul The Structure of Scientific Revolution. Menurutnya, arti dari paradigma sendiri adalah suatu landasan berpikir, konsep dasar, dan juga landasan berpikir yang dipakai atau dianut sebagai model ataupun konsep dasar para ilmuwan dalam melakukan studinya. 

Berbicara paradigma mahasiswa masa kini banyak sekali kontradiksi cara berfikir mahasiswa, ada sebagian kalangan hanya untuk mendapatkan sandangan gelar, ada sebagian hanya Kudulang (Kuliah, Duduk, Pulang) yang hanya melaksanakan rutinitas tanpa memperhatikan apa sebenarnya peran Mahasiswa, dan kenapa pendidikan itu sangatlah penting? Pendidikan yang seharusnya memberikan kemerdekaan berfikir, berekspresi, dan mengaktualisasikan diri baik dalam belajar maupun berkehidupan dengan harapan menjadi insan bagi penerus bangsa. 𝚂ependapat dangan tokoh Barat ada 𝙿aulo Freire (1921-1997) yang mempunyai konsep pendidikan yang membebaskan dan memerdekakan, artinya tujuan dari pendidikan menurut Freire adalah sebuah upaya pemberdayaan masyarakat tertindas menuju sebuah paradigma kritis dan trasformatif dalam mewujudkan sebuah kebebasan sebagai hak asasi setiap manusia. 

Paradigma Kritis dan Transformatif masih relevan dan masih sangat dibutuhkan bagi mahasiswa dengan peran mahasiswa sebagai social control ditengah masyarakat menjadi sebuah kerangka berfikir sehingga mampu melihat dan merespon realitas yang ada terjadi di masyarakat. Bagaimana respon kondisi dan situasi masayarakat hari ini? 
Bagaimana merespon pendidikan dan perekonomian masyarakat hari ini? Bagaimana merespon kebijakan kebijakan pemerintah yang merugikan bagi masyarakat? 

Contoh lain juga misalkan saja di lingkungan kampus ada banyak persoalan yang dihadapi dan direspon, Semisal biaya pendidikan yang semakin sulit dan tidak terjangkau oleh kalangan bawah, pendidikan sebagai bisnis bagi dosen, kebijakan yang merugikan Mahasiswa, sementara disisi lain hak untuk mendapatkan pendidikan yang bermutu, fasilitas yang memadai dan menunjang proses belajar mengajar, birokrasi kampus yang tidak korup. 

Sungguh naas nasib kita (mahasiswa) membiarkan diri dijajah dalam bentuk-bentuk baru dan halus. Sungguh konyolnya kita yang membiarkan hak-hak kita ditindas oleh orang lain.

Pasca dari perkuliahan ada sebuah pesan dari Tan Malaka, beliau pernah bilang bahwa “Bila kaum muda yang telah belajar di sekolah dan menganggap dirinya terlalu tinggi dan pintar untuk melebur dengan masyarakat yang bekerja dengan cangkul dan hanya memiliki cita-cita yang sederhana, maka lebih baik pendidikan itu tidak diberikan sama sekali.

Posting Komentar

0 Komentar