BEM Hadiri REMBUKDA Mahasiswa Kal-Tim




STAI Sangatta- Badan Eksekutif Mahsiswa (BEM) STAI Sangatta menghadiri kegiatan Remuk
Daerah  Mahasiswa Se-Kalimantan Timur yang diselenggarakan oleh Senat  Mahasiswa Fakultas Hukum  Univeresitas 17 Agustus 1945  (UNTAG) Samarinda selama 4 (empat) hari  , Senin-Kamis (8-11/7).
Dalam perhelatan tersebut  BEM STAIS mengdelegasikan 5 orang sebagai perwakilannya.  Utusan tersebut langsung dipimpin oleh Muhammad  Aldair Ananda selaku Presiden BEM. Dalam kesempetan ini 4 (empat) orang pengurus lainya yang diikutsertakan  antara lain Rohamna selaku Sekertaris Jendral, Supriadi selaku Mentri Advokasi , Muhammad Aloft Santoso selaku Mentri Kominfo,dan  Rika Oktavia selaku Mentri Keberdayaan Perempuan.

Rembuk Daerah yang merupakan pertama kali diadakan  ini bertujan untuk  menghimpun segala pemersalahan  daerah khususnya di Kalimantan Timur  dan mengkaji  permasalah  tersebut kemudian meyusun tawaran-tawaran solusinya. 
Dalam kesempatan tersebut  BEM STAIS mengangkat  permasalah pendidikan  di Kutai Timur.Dalam pandangan BEM STAIS beberapa problematika pendidikan di Kutai Timur harus mendapat perhatian baik infastuktur maupun suprastuktur. “(kami menyorot) optimalisasi sarana dan prasaran pendidikan di Kutai Timur, misalnya berupa beasiswa  dan ketersedian buku,tenaga pengajar, serta alokasi anggaran”, ujar Rohamna selaku Sekertaris Jendral kepada media ini.

Senada dengan pernyataan  diatas Presiden BEM STAIS, menyatakan dunia pendidikan di Kutai Timur harus mendapatkan perhatian lebih dari Pemerintah Kabupaten khususnya STAIS selaku Perguruan Tinggi yang selama ini dibina oleh pemerintah. ''Pemkot Kutim agar lebih memperhatikan kampus yang ada di sangatta khususnya STAIS , misalnya sarana prasarana pendidikan, pendistribusian buku-buku, pemerataan atau pengaktifan Beasiswa kemahasiswaan dan pemberian anggaran dana yang sesuai ", Jelas Aldair sesaat setelah menghadiri Rembuk Daerah.

Sesungguhnya pada forum tersebut masalah lain yang menjadi sorotan mahasiswa adalah eksploitasi sumber daya alam di Kalimantan Timur. Problematika eksploitasi dipandang telah merusak ekosistem lingkungan melalui industri tambang Batu Bara dan Kelapa Sawit. Merespon berbagai masalah diatas forum tersebut  telah melayangkan surat rekomendasi ke Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur. “kami telah melayangkan surat atas permasalahan di Kalimantan Timur apabila tidak dilaksanakan,kami baru mengambil sikap”,terang Aldair lebih lanjut.                                                                                                                                        

Selain sebagai ruang eksistensi, dalam  kegitan semacam ini BEM STAIS  diharapkan mampu membangun silahturahmi antara mahasiswa di Kalimantan Timur dan juga membangun koneksitas jaringan. Berbagai jenis kegiatan mewarnai rangkaian forum tersebut, selain Sidang  Pleno terdapat juga Seminar Nasional yang mendaulat Hamdan Zoelfa selaku mantan Ketua Mahkama Konsitusi sebagai pembicara, Seminar Daerah dan Seminar Motivasi.hadir dalam kegiatan tersebut,delegasi dari  berbagai  kampus yang ada di Kalimantan Timur diantaranya  Sekolah Tinggi Ilmu Teknologi  (STITEK) Bontang, Universitas Trunajaya Bontang ,Universitas Kutai Kartanegara,Universitas Mulawarman,Universitas Nahdatul Ulama , dan Sekolah Tinggi Ilmu Kesehan (STIKES) Samarinda .(jah/Lpm)

Posting Komentar

0 Komentar